Dari Pijat Swedia Sampai Es Batu Swiss: Sejarah kapitalisme yang gombal

Judul: Gombalnya Globalisasi: Komik Sejarah Kapitalisme. Pengarang: El Fisgón Terjemahan: Ronny Agustinus ISBN 979-99980-2-6 200 hlm + xii ; 15,5 x 22 cm Rp 36.500,-

Komik sejarah karya kartunis politik Meksiko, Rafael Barajas Duran alias El Fisgon, memang menggelitik. Ia mewakili segala wacana tentang globalisasi dan kapitalisme di dunia ketiga, tepatnya di Meksiko, negeri El Fisgon berada.

Anda tidak perlu mengerutkan kening ketika membacanya. Segala kisah yang rumit mudah dicerna bahkan untuk siswa-siswa kelas menengah sekalipun. Lelucon melalui gambar dan kata membantu Anda memahami riwayat penuh darah kapitalisme global yang gombal.

 

El Fisgon, Marjin Kiri (2014), hal. 5.
Halaman 5.

Kisah buku dimulai dari sosok pengusaha kecil-kecilan bernama Charo Machorro yang mencoba segala cara untuk cepat kaya. Charo membaca segala petunjuk yang bisa dibacanya untuk cepat kaya. Namun, tak satupun yang membawanya pada mimpi yang menghantui.

Charo yang putus asa dengan segala pengalaman kegagalan demi kegagalan pada akhirnya bertemu dengan dukun ajaib bernama Cassandra Carrera. Dengan ramuan ajaib antara pengetahuan tradisional, setengah mistik dan dilengkapi perangkat modern, Carrera menawarkan terapi bagi Charo di kliniknya.

El Fisgon, Marjin Kiri (2014), hal. 4
Halaman  4.

Alih-alih mendapatkan jalan keluar dari kesusahannya, Charo malah mendapat ceramah yang panjang tentang sejarah kapitalisme global dengan segala kegombalannya. El Figson dengan cerdas menyampaikan kisah sejarah itu dari mulut dukun modern Carrera, lengkap dengan terapi pijat Swedia yang menjadi bukti keajaiban globalisasi untuk Charo.

El Figson, Marjin Kiri (2014), hal. 23
Halaman 23.

Dari soal sejarah, hubungan  yang timpang antara negara selatan dan utara, El Figson menyampaikan kepada pembacannya–melalui tuturan Carrera–mengapa nasib penduduk dunia ketiga seperti macet di tempat dalam keterbelakangan yang menjerat mereka. Usaha Charo yang kembang-kempis adalah salah satu contohnya.

El Figson, Marjin Kiri (2014), hal. 192
Halaman 192.

Membaca buku ini mengundang tawa yang pahit. Lelucon cerdas El Figson memberi kita sebuah pelajaran tentang riwayat sejarah kapitalisme yang juga hadir di negeri ini.

El Figson, Marjin Kiri (2014), hal. 128
Halaman 128.

Di luar pembahasan buku, upaya Charo mengingatkan pada kenyataan bahwa buku-buku paling laris di toko buku Indonesia adalah ramuan gombal yang menawarkan jalan pintas menuju kekayaan.

Sayangnya, kekayaan lebih tertarik datang menghampiri toko buku, penerbit, dan terakhir penulis, dibanding pembacanya. Dendang lagu populer Cita Citata bergema di udara. Bagaimanapun, Charo si pemimpi adalah keseharian kita.

Tidak dapat disangkal, ini adalah kartun politik yang memikat. Saya rasa Anda pun perlu membacanya.

Tabik.

 

 

 

Advertisements

Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s